Rabu, 17 April 2013

Cerita Dewasa Sumber Cerita

Cerita Dewasa Sumber Cerita, Pengajaran yang Salah, Suatu hari,bapak dan ibu Tino ingin bercumbu.tetapi anaknya tidur dikamar mereka.Si bapak memutar otak,"Bu,bagaimana kalo kita bercumbu di ruang tamu saja.Kan kosong,tidak ada orangnya"Kata bapak.


Si Ibu pun setuju.Lalu mereka pergi ke ruang tamu dan bercumbu.Tiba-tiba Tino terbangun untuk ke toilet.Dilihatnya bapak dan ibunya tidak ada di tempat tidur.
Lalu Tino bermaksud mencari sambil menuju toilet.Untuk ke Toilet,Tino harus melewati ruang tamu.Saat di ruang tamu,Tino melihat bapak dan Ibu nya sedang bercumbu."Pak,kok ibu ditiban bapak? "Tanya Tino terhadap bapak.
Bapak dan Ibu yang sedang asyik bercumbu itu pun terkaget.Karena bingung, Bapak menjawab"Ini bapak lagi nabung di Ibumu sampe penuh. Kalau kamu sudah punya pacar juga kamu boleh begini kok."
Sang anak terus mengingatnya hingga dia SMP. Tino telah punya pacar bernama Juni. Suatu hari, Tino berkata pada Juni," Jun, aku keinget sama kata-kata bapak. Ada yang harus kita lakuin."
Lalu Juni menjawab,"Apa yang harus kita lakuin? Tapi buat Juni, semuanya Juni lakuin demi Mas Tino."
Karena Tino belum tahu namanya apa, lalu ia bilang,"Mas Tino lupa namanya, tapi harus dipraktekin dulu. Mungkin Juni tahu."
Lalu mereka pergi kerumah Tino yang saat itu sedang kosong. Tino mengajak Juni kekamarnya lalu bercumbu dengan Juni.
Setelah selesai, Juni berkata "Mas, enak sekali mas. aku juga baru pertama kali.Tapi kata ibu kalau aku begini bisa hamil."Tino baru sadar dengan kata"hamil".Lalu Tino dalam hati menyesal dan berteriak"BAAAPPPPAAAAAAKKKKK"


Perkelahian di pesta Pernikahan
Suatu sore, pesta perkawinan yang seharusnya dipenuhi keceriaan tiba-tiba berantakan. Semua orang di pesta tersebut malah saling pukul-pukulan dan tendang-tendangan sampai akhirnya pihak polisi datang dan membawa semua orang di pesta tersebut untuk diinterogasi.
Saat di kepolisian, semua pihak menyatakan asal mula perkelahian adalah sang pengantin pria dan pria pendampingnya. Pak polisi pun menanyai mereka berdua.
Polisi : " Tolong ceritakan apa yang terjadi ! "
Pendamping : "Masalahnya sebenarnya sepele Pak, saya hanya berdansa dengan pengantin wanita dan sebelumnya sudah minta ijin ke dia (menunjuk pengantin pria)."
Pengantin Pria : "Tapi dia kurang ajar, Pak."
Pendamping : "Saya minta ijin untuk berdansa dengan pengantin wanita, satu lagu..., dua lagu... dan saat lagu ketiga tiba-tiba dia tendang 'anu-nya' istrinya dengan keras."
Pak Polisi sambil meringis : "Wahh pasti sakit sekali tuh rasanya?"
Pendamping : "Buat pengantin wanita sih enggak tapi 3 jari tangan Saya patah gara-gara tendangan itu!!"

Bocah Bercinta dengan Pelacur Sifilis
Seorang bocah, James 10 tahun, datang ke rumah bordil. Kepada si Mami Betty, dia berkata,
"Saya ingin memakai pelacur". Betty berkata " Enyah kau dari sini, Kau masih terlalu kecil"
Si James lalu mengeluarkan segepok uang dan menunjukkan kepada si Mami. Dasar mata duitan, Si mami berkata :"Oke lah kalau kau memaksa. Wanita macam apa yang kau inginkan?"
"Saya ingin pelacur yang terkena sifilis " Kata James, "Hah !? Kau ngeledek rupanya. Tidak! aku bersungguh sungguh "
"Baiklah sesukamu saja," sambil menelepon si Susi yang punya sifilis.
Kemudian, setelah selesai "main" si James beranjak pulang, tapi si Mami mencegatnya.
"Sebentar! masuk akal kah kalau kamu kemari mencari wanita, tapi mengapa mencari yang terkena sifilis?"
"Mengapa? Itu berarti saya terkena sifilis khan?"
"O,ya tentu" kata si Mami"
Lalu di rumah saya mengajak pembantu bersetubuh, ia akan kena sifilis khan?"
"Ya"
"Dan si pembantu berhubungan dengan tukang roti, ia juga terjangkit sifilis ,khan?"
"Ya, pasti"
Lalu, jika si tukang roti berkencan dengan Mama, ia akan terkena juga khan ?"
"Oo itu Jelas"
Dan sewaktu Mama berkencan denga Papa, pasti Papa kena juga khan?"
"Dengan sendirinya begitu"
"Kemudian, setelah Papa berhubungan dengan istri tukang kebun, ia tertular sifilis juga khan?"
"Ya, pasti"
Dan ketika si istri tukang kebun berhubungan dengan tukang kebun, pasti si tukang kebun akan kena juga,khan?"
"Tentu saja"
Si bocah berhenti sebentar, lalu menyambung, "DIALAH, TUKANG KEBUN JAHANAM YANG MEMBUNUH KURA - KURA KU !"

Sumber: ILMU PELET

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar