Minggu, 28 April 2013

cerita seks cerita dewasa

cerita seks cerita dewasa; Terserah yang Diatas
Pada suatu malam... Ada dua orang muda mudi yang lagi asik berhubungan intim dan setelah selesai, terjadilah percakapan sebagai berikut :

Cewek : "Sayang.. kita kan belum menikah kalau nanti aku hamil bagaimana...???"
Cowok : "Itu sih terserah di atas aja soalnyaa kan dia yang nentuin....Tapi kalau emang kamu hamil akuuuu...."
Sebelum Cowoknya selesai ngomong Ternyata ada orang yang lagi ngintipin dari atas dan dia langsung turun dan ngomong "ENAK AJA TERSERAH GUE"
Cowok/Cewek : "@#$%^$#@"


Istri yang Tidak Terkalahkan
Terdapatlah sepasang suami istri yang punya kebiasaan unik, yaitu selalu menjadikan hal apapun sebagai perlombaan dan persaingan, namun herannya sampai saat inipun semua perlombaan tersebut selalu si istri yang memenangkannya..
Sampai suatu hari sang suami pergi ke dokter. diapun menjelaskan segalanya dan tidak lupa meminta saran, "kira-kira hal apa ya dok, yang bisa dilombakan tapi jelas-jelas saya yang akan memenangkannya??".
Sang dokter sempat beberapa menit berpikir, tidak lama kemudian dia tampak mendapatkan ide cemerlang, "ahh, saya punya ide yang bagus, bagaimana kalau anda mengajak istri anda berlomba siapa yang bisa paling tinggi kencing di tembok?? karena secara logika wanita kalau kencing pasti jongkok kan, sementara kita kaum laki-laki berdiri, sudah pasti anda yang menang" katanya berseri-seri.
"Ah, brilian, benar-benar ide yang brilian. hahahaha, sekaranglah waktunya aku mengalahkan istriku itu" katanya dengan senyum penuh kemenangan.
Sesampainya dirumah, sang suami segera mengutarakan niatnya tadi, mengajak istrinya berlomba "siapa kencing paling tinggi". dengan mantap istrinya langsung menerima tantangan tersebut. tidak lama kemudian perlombaan aneh & mungkin dapat dikatakan tidak penting tersebut dimulai.
Sang istri mendapat kesempatan pertama untuk melakukannya, tidak sungkan-sungkan ia langsung saja menghadap tembok, membuka roknya dan berjongkok, lalu "seeerr, seeeer, seerrr". setelah dihitung secara teliti kencing sang istri mencatatkan 10 centimeter tinggi tembok diatas tanah.
Sang suami pun cengar-cengir merasa kemenangan akan diraihnya. lalu tibalah gilirannya, tanpa ragu-ragu langsung ia berdiri didepan tembok yang sama, kemudian membuka restleting celananya & bersiap untuk mengucurkan "kencing kemenangannya", namun sepersekian sebelum ia mengeluarkannya sang istri berteriak dengan cepat dan lantang, "eiiiiitsss, tangannya gak boleh ikut-ikutan megang dong, kan aku tadi gak pake tangan".
Otomatis kencing sang suami pun malah tidak semilipun mengenai tembok didepannya. wew, kalah lagi deh..


Menuruti Pesan Majikan
Seorang suami yang sangat otoriter namun sangat perhatian sama istrinya mendapat tugas belajar selama setahun di eropa. Seperti biasa sebelum dia pergi, dia selalu mengingatkan para pembantunya untuk mengerjakan tugasnya masing-masing tanpa perlu menunggu perintah darinya.
Berhubung mereka baru mempekerjakan seorang tukang kebun baru, maka dia menjelaskan panjang lebar mengenai tugasnya. Maklum orang baru dari desa, maka agak sedikit sulit untuk membiasakan diri dikota apalagi dengan tugasnya yang agak tidak biasa itu.
Suami : "Kamu mengerti semua tugasmu Paijo?"
Paijo : "Sampun doro"
Suami : "Ya..Saya pergi dulu. Jangan lupa lagi tugasmu ya"
Paijo : "Engge doro"
Setahun kemudian, sang suami pulang dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat istrinya sedang hamil. Belum sempat ia berbicara, istrinya sudah langsung membentak.
Istri : "Papaaa...!!! Papa pesan apa sama si Paijo sebelum berangkat!"
Suami : "Eng...eh...anu.. apa yach?"
Istri : "Si Paijo dah berani kurang ajar, kalo lagi hujan!. Katanya, semuanya pesan dari Papa!"
Suami : "Pesan apa? yang mana?
Istri : "Paijo... sini cepat!"
Paijo : "Sampun doro.! Ada apa?"(..bingung..)
Istri : "Paijo dipesen apa sama bapak?"
Paijo : "Anu doro! kata bapak, kalo hujan dan si iyem lagi ga ada, kamu harus cepat angkat baju, dan burungmu masukin kedalam kandang ibu!"
Suami : (..marah..)"Dasar pembantu begok, yang saya suruh kalo hujan dan si iyem lagi ga ada, kandang burungnya diangkat kedalam dan baju ibu kamu masukin"
Iyem : (..Cengengesan..)dalem hati :"Sukurin, makanya perintah doro jangan selalu kamu turutin, kalo saya mau nurutin anak saya sekarang bisa duapuluh"

Sumber: Blog Belajar Ilmu Pelet

Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.